Cara dan Sistem Bagi Hasil Driver dengan Pihak Uber Motor

Kehadiran transportasi berbasis online yang bernama "Uber Motor" kini menjadi saingan berat buat para pendahulunya seperti Gojek, Grabbike, Ladyjek, dll. Bagaimana tudak, Uber memberikan tarif yang kompetitif untuk mencari perhatian konsumen. Jika terbukti lebih murah, tentu Uber akan semakin diminati.

Adanya transportasi baru berbasis online ini tentu akan membuka banyak kesempatan yang ingin bergabung ke Uber Motor. Karena bekerja di Uber tidak harus fulltime, bisa untuk dipakai untuk sampingan. Itulah kenapa banyak sekali yang ingin bergabung dengan Uber Motor.

Jika kamu ingin bergabung dengan Uber, dan ingin tahu tata cara dan syarat bekerja di Uber. kamu bisa membacanya di postingan ini : Cara daftar jadi anggota Uber Motor


Sobat, dalam artikel kali ini saya mau berbagi informasi mengenai cara pembagian hasil omset antara driver/ pengemudi dengan pihak Uber. Apakah saling mereka menguntungkan ? yuk, kita simak ulasan lengkapnya pada tulisan di bawah ini.

Sistem bagi hasil Uber Motor

Buat kamu yang ingin sekali bergabung di Uber motor, pasti ingin tahu sekali bagaimana sih, sistem gajian di Uber dan cara pembagian omset yang di dapat? Sebelumnya amri kita lihat tarif resmi yang di keluarkan ileh pihak Uber Motor.

Tarif dasar : Rp 1.000
Tarif per Km : Rp 1.000
Tarif per menit : Rp 100
tarif minimal : Rp 1.000

Dari sini kita bisa melihat dan menghitung. Berikut adalah sistem bagi hasilnya yang harus kamu ketahui.

Jika ada order (misalnya) dengan jarak tempuh 4 Km dengan menyelesaikan orderan tersebut, Sistem pada uber motor akan bisa memperkirakan durasi order tersebut dengan waktu 10 menit, dari penjemputan hingga tiba di tujuan. Maka perhitungannya seperti ini :

Tarif berdasarkan jarak : Jarak tempuh x tarif perkilometer
Tarif berdasarkan jarak : 4 Km x Rp 1.000 = Rp 4.000

Tarif berdasarkan waktu : Waktu tempuh x tarif permenit
Tarif berdasarkan waktu : 10 menit x Rp 100 = Rp 1.000

Maka total tarif Uber motor tersebut ialah : Rp 4.000 + Rp 1.000 = Rp 5.000

Jadi, saat kamu selesai melaksanakan order atau selesai mengantarkan penumpang, kamu akan mendapatkan uang Rp 5.000. Kemudian kamu akan mendapatkan deposit sesuai jaminan argo perorder dari pihak Uber sebesar Rp 18.000 - Rp 30.000.

Apasih maksud dari jaminan argo dari Rp 18.000 - Rp 30.000 perorder?


Hmm, saya mengira dari sini kamu juga akan kebingungan. Silahkan kamu lihat gambar dibawah ini, gambar tersebut merupakan tarif jaminan argo perorder yang di keluarkan oleh pihak Uber Motor.

Setelah melihat contoh di atas, misal orderanmu masuk kategori jaminan trip senilai Rp 30.000, maka saat konsumen membayar Rp 5.000 maka kamu akan mendapatkan deposit dari Uber motor sebesar (jaminan argo-tarif konsumen) yang artinya Rp 30.000 - Rp 5.000 = Rp 25.000.

Dengan begitu, ketika total tarif konsumen masih dibawah jaminan order yang berlaku saat itu, maka pihak Uber Motor akan memberikin deposit sebagai bentuk subsidi bagi para drivernya.

***

Nah sobat, bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk ikut bergabung dengan Uber Motor ini? Tentu dong, karena bekerja paruh waktu di Uber motor keuntungannya sangatlah besar. Kalau tidak percaya, simak artikel berikut ini : Cara mendapatkan omset puluhan juta dari Uber

Tabik!

Posting Komentar