Senin, 22 Januari 2018

Contoh Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan Terlengkap

Apakah anda sudah mengetahui apa itu adaptasi morfologi? Adaptasi morfologi adalah adaptasi yang dilakukan mahluk hidup dengan cara menyesuaikan bentuk dan alat tubuhnya dengan lingkungan tempat hidupnya. Seperti yang terjadi pada hewan, tumbuhan juga melakukan jenis adaptasi untuk dapat bertahan hidup di lingkungannya. Dan bentuk adaptasi morfologi pada tumbuhan ini ditandai dengan perubahan atau perbedaan pada bentuk daun, akar, maupun batangnya. 

Nah, apa saja contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan ini? Berikut telah kami rangkum ulasan mengenai beberapa contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan. Silahkan disimak.
Contoh Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan
1. Adaptasi xerofit

Contoh pertama adapatsi morfologi adalah xerofit,  xerofit  merupakan tumbuhan-tumbuhan yang hidup pada lingkungan kering seperti di ekosistem gurun atau savana. Contoh tumbuhan xerofit adalah kaktus dan bunga mentega. Tumbuhan ini melakukan adaptasi morfologi dengan menyesuaikan bentuk daun, akar, dan bagian-bagian tubuhnya yang lain.

Bagaimana bentuk daun tumpuhan xerofit? Nah, daun pada tumbuhan xerofit umumnya termodifikasi sehingga bentuknya menyerupai duri. Daun berbentuk duri pada tumbuhan xerofit tersebut  memiliki fungsi yaitu membuat laju penguapan semakin kecil.

Akar pada  tumbuhan xerofit memiliki ukuran yang sangat panjang dan menyebar. Ukuran akar tersebut berguna agar kebutuhan airnya  tumbuha xerofit  tercukupi karena jangkauan penyerapan air tanah semakin luas.  Sebagai informasi , tumbuhan xerofit memiliki ciri yaitu hanya memiliki sedikit stomata dengan lapisan lilin menutupi seluruh tubuhnya. Lapisan lilin tumbuhan xerofit bertujuan untuk meminimalkan laju transpirasi pada suhu lingkungan hidupnya yang sangat tinggi.

2. Adaptasi hidrofit

Selanjutnya adalah tumbuhan hidrofit. Tumbuhan hidrofit adalah jenis tumbuh- tumbuhan yang hidup di perairan. Apa saja contoh tumbuhan higrofit atau yang hidup di perairan? Nah, untuk jenis tumbuhan yang hidup perairan  contohnya adalah  teratai dan eceng gondok yang hidup diatas permukaan air dan mengambang. Tumbuhan tersebut memerlukan unsur hara yang langsung diperolehnya dari air. Tumbuhan teratai dan eceng gondok menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau morfologi dengan merubah bentuk dan alat tubuhnya. 

Pada tumbuhan hidrofit , memiliki akar yang pendek dan halus atau kecil- kecil. Akar yang pendek tersebut bertujuan untuk membatasi penyerapan air yang terlalu banyak untuk tubuhnya. Berbicara tentang tangkai tumbuhan hidrofit yaitu mempunyai bentuk berongga  yang bertujuan untuk membatasi penyerapan air oleh akar atau daya serap dari batang itu sendiri.  Tumbuhan hidrofit juga  memiliki banyak stomata yang terletak di permukaan daun yang berfungsi untuk meningkatkan laju transpirasi tumbuhan dan membuang kelebihan air dalam tubuh dengan penguapan.

3. Adaptasi higrofit

Adaptasi morfologi tumbuhan yang terakhir adalah tumbuhan higrofit.  Apa itu tumbuhan higrofit? Bagi anda yang belum mengerti tumbuhan higrofit ini adalah tumbuhan-tumbuhan yang hidup di ekosistem lembab seperti daerah hujan hutan tropis. Contoh tumbuhan higrofit misalnya tumbuhan paku, keladi dan lumut. Untuk meningkatkan laju transpirasi, tumbuhan jenis higrofit ini mampu menyesuaikan jumlah stomata. Stomata berada di permukaan daun dan berfungsi sebagai alat untuk penguapan. Bentuk dauntumbuhan higrofit ini  berbentuk lebar, tipis, dan jumlahnya lebih banyak yang berfungsi untuk menyesuaikan laju transpirasi. 

Contoh dan Ciri-Ciri Adaptasi Morfologi

Tumbuhan xerofit

Nah untuk tempat hidup tumbuhan xerofit, sudah diketahui bahwa   tumbuhan xerofit adalah tumbuhan yang tumbuh di lingkungan kering. Contoh tumbuhan xerofit adalah  kaktus, lili gurun, pohon kurma dan banyak lagi jenis lainya.

Ciri- ciri tumbuhan xerofit:

Cici-ciri tumbuhan xerofit yaitu memiliki daun yang tebal, permukaan daun sempit, bentuk daun bersisik atau berubah menjadi duri, ada juga tumbuhan xerofit yang tidak memiliki daun.  Seluruh tubuh tumbuhan xerofit  sudah termasuk daun tertutup yang dilapisi oleh lapisan kutikula atau lapisan lilin yang bertujuan mengurangi penguapan. Batang tubuhnya tebal dan berongga seperti spons dan berfungsi untuk menyimpan cadangan air. Selain itu ciri lainnya adalah memiliki akar panjang dan tersebar luas.

Nah, demikian tadi beberapa contoh yang bisa kami bagikan terkait pembahasan adaptasi morfologi pada tumbuhan xerofit, hidrofit, dan juga higrofit. Semoga informasi di atas bisa menjadi referensi yang bermanfaat.